Kenapa IPTP, Fapet, IPB??

2010
12.03

Saya mulai mengenal IPB ketika SMP karena kakak saya yang pertama, Gema, diterima UMPTN di IPB Jurusan Biologi. Gema sering bercerita tentang pengalaman kuliahnya dan kegiatan-kegiatan lain di luar kuliah. Pada waktu itu saya belum mengerti tentang dunia pekuliahan dan masih tidak begitu peduli. Sampai pada suatu saat saya membaca artikel tentang orang Filipina yang kuliah di Jurusan Arsitekstur Lanskap, yang menurut saya nama jurusannya keren, dan pasti kuliahnya seru dan menyenangkan. Gema mengatakan bahwa di IPB ada Jurusan Arsitekstur Lanskap dan merupakan yang terbaik di Indonesia. Mulai saat itu pun saya sangat tertarik pada IPB, dan berharap bisa kuliah di Jurusan Arsitekstur Lanskap Institut Pertanian Bogor.

Saya mulai aktif mencari tahu tentang IPB ketika kelas XII SMA karena tuntutan masa depan. Sejujurnya waktu itu saya sudah melupakan niat masuk IPB karena ingin masuk Jurusan Arsitektur Lanskap-nya. Karena SMA saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI), maka saya pun mengikutinya. Waktu itu Gema sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan kelulusannya, sehingga tidak ada di rumah (Tangerang), dan saya pun tidak punya tempat bertanya tentang jurusan-jurusan kuliah yang ada di IPB. Maka saya hanya mengandalkan insting saya dan Bapak untuk memilih jurusan kuliah. Saya memilih Teknik Pertanian dan Teknologi Hasil Perairan. Saya tidak mempunyai alasan untuk pilihan pertama, sedangkan pada pilihan kedua adalah karena tante saya seorang dosen di jurusan tersebut. Namun ketika pengumuman USMI, saya termasuk siswa yang tidak diterima. Memang hanya satu teman saya yang diterima di Fakultas Peternakan, IPB.

Saya tidak menyerah untuk mencapai impian saya kuliah di IPB. Bahkan saya menulis di depan binder, “Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan menuju IPB.. Salah satunya SNMPTN!!!”. Tentu saja itu menjadi pemicu saya untuk mengikuti SNMPTN agar bisa kuliah di IPB. Sampai saya ikut bimbingan belajar (bimbel) intensif untuk mempersiapkannya. Tiba saatnya pendaftaran SNMPTN di SMA , saya pun mengambil formulir dengan hati riang gembira. Saya mengisi formulir di depan Bapak agar beliau bisa membimbing saya. Jauh hari sebelumnya saya sudah berkonsultasi dengan Gema yang sudah selesai dan tinggal menunggu kuliah. Karena takut tidak diterima lagi, saya bertanya pada Gema jurusan apa yang tidak banyak peminat agar saya punya kesempatan besar untuk lulus SNMPTN. Gema berkata bahwa Fakultas Peternakan adalah jawabannya. Dia pun mengatakan Fapet IPB juga merupakan yang terbaik di Indonesia dan mempunyai kandang yang luas di IPB. Entah saya waktu itu sadar atau tidak, Gema selalu mengatakan bahwa jurusan-jurusan yang saya tanyakan pasti ditambahkan dengan kata ‘terbaik di Indonesia’. Saya pun terbius oleh kata-katanya dan bertekad untuk mendaftar di Fapet IPB. Maka ketika saya mengisi formulir, saya berkata pada Bapak bahwa pilihan saya adalah Fakultas Peternakan. Karena ada dua jurusan di Fapet, saya memilih jurusan yang pertama, yaitu Teknologi Produksi Ternak. Gema tidak mengetahui perbedaan antara kedua jurusan tersebut. Namun seingatnya, jurusan kedua, Nutrisi dan Teknologi Pakan, banyak mempelajari tentang kimia dan saya tidak begitu menyukai pelajaran kimia. Bapak menyarankan saya agar memilih Fakultas Kedokteran Hewan sebagai pilihan pertama saya. Karena saya masih tidak begitu tahu, dan mengingat impian berkuliah di IPB, saya pun menurutinya.

Ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) saya lewati dengan baik dan lancar, walaupun setelah itu saya merasa tidak percaya diri dan mulai harap-harap cemas selama beberapa hari. Pengumuman SNMPTN adalah sebulan setelah ujian, waktu yang panjang untuk menanti. Sampai pada suatu pagi, saya membuka sms dari teman SMA yang seruangan saat ujian SNMPTN. Smsnya mengatakan bahwa hanya saya dan teman saya yang lain di ruangan tempat ujian tersebut yang lulus SNMPTN. Saya sempat tidak percaya sebelumnya, namun mengingat teman yang mengirimkan sms itu tidak mungkin berbohong maka saya percaya saja. Saya pun turun ke bawah dan teriak-teriak di rumah untuk memberitahukan bahwa saya lulus SNMPTN. Bapak dan Ibu tentu marah karena saya berisik, namun ketika tahu apa yang saya teriakkan mereka melunak. Sama seperti saya, awalnya Bapak tidak percaya, sampai beli surat kabar untuk memastikannya. Surat kabar tidak mungkin bohong, terdapat nama saya dan kode jurusan pilihan saya. Sesuai buku panduan SNMPTN, saya diterima di Jurusan Teknologi Produksi Ternak.

Saya sangat gembira sekali dan langsung mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Siang harinya saya ke SMA untuk memberitahukan kepada guru Bimbingan Konseling bahwa saya diterima di IPB. Guru saya pun turut senang karena akhirnya kegigihan saya masuk IPB tercapai. Saya pun bangga karena ketika SMA saya adalah siswa yang tidak terlalu diperhitungkan kemampuan akademisnya namun dapat diterima di perguruan tinggi negeri. Sekarang saya adalah mahasiswa tingkat 3, semester 5 di IPB ini. Saya akan tetap berjuang dengan terus menimba ilmu di IPB demi impian saya selanjutnya. Selain itu juga demi melaksanakan amanah orang tua yang sudah menafkahkan saya uang kuliah.

Sekian cerita saya, semoga bermanfaat dan menginspirasi pembaca.

Postingan pertama :D

2010
11.26

‘Kewajiban’seorang blogger di postingan pertamanya adalah memperkenalkan diri. Untuk itu, ijinkan saya sebagai admin tunggal, ;) , memperkenalkan diri.

Nama saya Gita Siamtiningrum, di IPB ini hanya beberapa orang yang memanggil saya Gita. Mungkin karena terlalu banyak orang yang bernama Gita di sini. Banyak teman-teman saya memanggil saya Bundo atau kakak-kakak kelas saya memanggil saya Gito. Saya sih, fine-fine saja, :) .

Saya masuk IPB tahun 2008 melalui jalur SNMPTN dengan pilihan pertama Fakultas Kedokteran Hewan dan pilihan kedua Teknologi Produksi Ternak. Saya lulus di pilihan kedua saya. Sebelumnya ketika SMA saya juga pernah mendaftar USMI dengan pilihan pertama Teknologi Pertanian dan kedua Teknologi Hasil Perairan, namun tidak masuk.

Sekarang saya masih berstatus mahasiswa aktif di IPB dengan segala kesibukan saya yaitu kuliah dan aktifitas organisasi.